Assalamualaikum
Wr... Wb...
Perkenalkan nama saya Marlina
Fitriani. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman saya dan
teman-teman dalam mencari Naskah kuno di Selong, Lombok Timur. Tepatnya pada hari Rabu, 23 Oktober 2019,
kemarin saya bersama 4 (empat) teman saya yang bernama Husnul, Desi, Ulul dan
Hani’am. Menuju desa Banjar Kemuning, kecamatan selong, Lombok Timur untuk
mencari peninggalan pada zaman dahulu. saya dan ke-4 teman saya memulai
perjalanan pada pukul 15:35 WITA, dan kamipun berinisiatif untuk membawa buah
tangan buat Bapak yang mau kita kunjungi. Ditengah perjalanan kami beristrahat
sejenak dan menghubungi kak Irsan (kakak dari salah satu teman saya) bahwa kami
sudah berada diMasbagik, setelah beristrahat sekitar 5 menit, saya dan
teman-teman melanjutkan perjalanan menuju desa banjar kemuning.
Sesampainya diSelong saya dan teman-teman saya berhenti lagi untuk menghubungi
kak irsan bahwa kami sudah berada di Taman Tugu Selong kamipun menunggunya,
setelah menunggu beberapa menit orang yang kita tunggupun akhiranya datang juga
dan kami melanjutkan perjalanan menuju kediaman beliau, sekitar pukul 17:10
tibalah kami dirumah bapak yang memiliki kitab kuno tersebut dan langsung
disambut dengan hangat, karena sebelumnya kak Irsan sudah menemuinya lebih dulu
dan mengatakan bahwa kami ingin menemuinya dan bersilaturahmi. Kamipun diajak
masuk kedalam rumahnya untuk memulai perbincangan kami dengan bapak tersebut.
Bapak
yang memiliki Kitab kuno tersebut bernama Alexa Putra Selong kelahiran 1987
yang sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak. Disitu kami cuma menanyakan beberapa hal tentang kitab
yang dimilikinya dan mengenai isi atau ilmu apa saja yang ada dalam kitab tersebut dalam kitab itu
ada ilmu seperkumpulan lombok yaitu Ampan Norak (sembarinmacam), Ilmu
Pengasihan, Ilmu Alif, Ilmu Senteguh, dan Ilmu Sekancing Bumi.
Setelah kami berbincang-bincang lama kamipun berpamitan pulang kepada bapak Alexa, dan ditengah
perjalanan salah satu teman saya (Ulul) mengajak untuk beristahat sebentar
dirumah bibinya kita tidak langsung pergi kerumahnya karna kami baru pertama
kali kesana dan untung nya kak Irsan mau mengantarkan kami lagi menuju rumah bibinya ulul, sesampainya dirumah bibinya ulul kami diajak masuk kedalam
rumahnya dan kamipun langsung duduk diruang tamunya dan disuguhin makanan dan minuman sambil ngobrol dengan bibinya
20 menit lebih berbincang-bincang kamipun berpamitan untuk pulang dengan
bibinya Ulul karena sudah malam, dalam perjalanan pulang saya dan Desi sempat
berpisah dengan yang lain (Husnul, Ulul dan Hani'am) saya dan desi
tidak langsung sadar bahwa kita berpisah dengan yang lain tiba-tiba salah satu dari
teman saya (husnul) menghubungi Desi bahwa mereka sudah tidak melihat motor
kami lagi karena kami sudah sangat jauh dengan mereka dan akhirnya kamipun
memutuskan untuk menunggu mereka dipinggir jalan (depan SMA 1 Terara) setelah
menunggu beberapa menit dan akhiranya mereka bisa menyusul saya dan Desi yang
duluan jalan dan kitapun melanjutkan perjalanan pulang bersama-sama lagi, Pukul
20:50 saya dan teman-teman pun sampai rumah dengan selamat.
Mungkin itu saja yang bisa saya
ceritakan tentang pengalaman saya dan teman-teman mencari naskah kuno,Terimakasih Wassalamualaikum Wr... Wb...😊🙏

